Senin, 22 Maret 2021

#KataKataHapsari ~ Pelangi Untukmu

Sumber: Rebanas

Air mata, menitik di pelupuk matamu yang sayu
Terjadi karena terlalu banyak kesalahanku yang melukaimu
Ibu...
Aku bukanlah sosok anak yang mampu dibanggakan
Bukan pula sosok anak yang mampu kau andalkan
Lakuku hanya melukaimu pun memberikan beban pikiran
Tak mampu memberikan kebahagiaan

Ibu,
Atas nama cinta, izinkan aku menata lagi hatimu
Hati yang telah tersayat sebab ulah bodohku
Izinkan aku, membuatmu bahagia selalu
Mengukir senyum di bibir manismu
Merawatmu dengan ketulusan, di sisa hidupku juga hidupmu

Ibu,
Bila nanti saatnya tiba
Ku yakin, pelangi akan hadir untuk kita
Bahagia akan menghampiri secara tertata
Merenggut jiwa yang telah lara
Digantikannya dengan pelangi indah tiada tara
Bahagia, hingga semesta ikut merasakannya

Dan, Ayahku tercinta
Atas nama hati yang selalu mencinta
Seberapa besarpun kesalahanku pada dirimu
Kamu, tetaplah cinta pertama dan terakhirku
Kamu, tetaplah Ayah terbaikku
Tak pernah ada kata salah mendidikku
Yang ada hanya salahku yang mungkin saja rak bisa dimaafkan olehmu
Namun,
Dengan berbesar hati, kau masih memaafkanku
Memberiku tempat untuk selalu bersandar pun terpaku

Ayah,
Terima kasihku selalu ku sampaikan
T'lah membesarkanku dengan seluruth ketulusan
Mendidikku tanpa sedikitpun beban tertampakkan
Memberikan aku segala yang ku butuhkan
Maafkan aku,
Maafkan aku, yang selalu menyakitimu
Yang selalu mengecewakanmu
Tanpa batas, tanpa jengah. Maafkan aku

Tapi, Ayah...
Aku yakin, aku mampu memperbaiki rasa kecewamu
Menghapuskan luka di hatimu
Memberikan ketenangan pada hatimu
Melukiskan cerita bahagia, di sisa usiamu
Menjadi anak terbaikmu
Ku hanya butuh doa dan semangatmu

Ayah, Ibu...
Ragaku terlihat begitu kuat
Namun, hatiku pun butuh masa untuk rehat
Senyum selalu terukir di wajahku
Tapi, tanpa kalian ketahui air mata juga selalu menitik dari mataku
Merenungi segala kesalahanku
Merasa sangat bodoh atas iblis yang telah menang terhadap diriku
Bantu aku, dengan lirih doamu

Meskipun,
Tak begitu banyak waktu yang dulu kau berikan padaku
Menjadikan diriku selalu membatu dalam pikir
Sudah tak ada lagi hasrat untuk membalas amarahku
Ku sadari, karena hanya membuang waktu sia-sia
Kini, tugasku hanya menggantikan luka dengan bahagia
Menghadirkan pelangi di antara kita semua, tanpa terkecuali
Melukis senyuman indah di bibir
Tanpa batas waktu, hingga Tuhan yang memisahkan kita


Malang. 23 Maret 2021
Salam sayang,
HAS

Rabu, 17 Maret 2021

#BerbagiAlaHap, Memang Harus dibagikan Kepada Sesama ~ "Saudara Yang Diam-Diam Mendonorkan Organnya"

 

Sumber: Bombastis.com


   Sebenarnya, saat seseorang sedang merasakan sakit, kerap kali yang ikut merasakan penderitaan itu adalah orang-orang terdekat mereka. Misalnya, saudara kandung sendiri. Kekuatan antara saudara kandung tidak kalah dari sepasang saudara kembar.

  Seperti Ryan Arnold yang mengetahui bahwa saudaranya, Chad, sangat membutuhkan donor hati. Bila tidak, habis sudah hidupnya. Diam-diam, Ryan memeriksakan diri dan mengetahui bahwa ia adalah donor yang cocok untuk Chad. Ryan Arnold mempersiapkan diri sebaik mungkin agar hatinya bisa digunakan untuk kehidupan Chad yang lebih baik.

     Suatu malam, Chad menangis mengetahui saudaranya itu hendak mendonorkan hati untuknya. “Aku tidak ingin kau melakukan ini,” kata Chad. Namun Ryan tetap bersikukuh melakukannya demi Chad.

   Dokter dan tim medis yang mengurus transplantasi ini nampaknya juga sudah mengerti keteguhan hati Ryan. Mereka ikut memberikan dukungan pada Chad agar mau melakukan operasi, meski di sisi lain semua orang, termasuk Ryan, sudah mempersiapkan diri untuk resiko terburuk.

     Ryan mengunjungi Chad setelah operasi, 2 hari kemudian Ryan meninggal. Akhirnya operasi dilakukan dan berhasill. Dua hari kemudian, Ryan Arnold, tak pernah membuka matanya lagi. Salah satu bagian tubuhnya hidup di tubuh Chad. Sesekali Chad bisa merasakan pedih di bekas operasinya, terutama saat ia merindukan Ryan

Youtube: https://youtu.be/XBprBZz-2Zo


Sumber tulisan: https://www.boombastis.com/kisah-kakak-beradik/19377

#SajakCurhatanHap ~ Boleh saja, Mimpi.

Sumber: Pos Kata
 
Hhhhh.... Rasanya teramat sangat lelah berhadapan dengan manusia tak punya hati
Rasanya seperti ingin membalaskan dendam yang ada
Namun, tersadar bahwa dendam tak akan menyelesaikan segalanya
Hanya bisa mengalah pada satu sisi
Bergemuruh lantang pada sisi yang satu ini
Oh, bagaikan mimpi
Tak percaya hati ini, mengapa mereka jadi begini?
Apa kurangnya aku terhadap mereka?

Senja hadir memulai gelapnya langit pada suatu hari
Mentari hadir untuk menerangi segala sisi langit
Lalu, kehadiran kalian menggelapkan hatiku
Tidak menerangi pikiranku
Tidak juga menghapus lara yang ku pendam menahun
Tidak ada yang mengetahui memang
Tapi, seharusnya tak lagi menambah kisah lara dalam traumaku

Bersalah,
Ya aku memang bersalah
Namun, tahukah kalian seberapa kuatnya diriku?
Tahukah kalian seberapa lemahnya aku?
Mentalku?
Jiwaku?
Ragaku, boleh saja masih tegap sempurna
Boleh saja mampu berdikari
Bibir ini, boleh saja masih mengukir senyum juga tawa
Menandakan aku baik-baik saja

Ketahuilah,
Tidak semua manusia tercipta kuat
Tidak semua tercipta hebat
Dan,tak semua akan selalu sehat
Ku tanya sekarang,
Siapa yang mengetahui isi hati seseorang?
Siapa yang paling mengetahui kisah hidup seseorang?
Bukankah untuk perihal itu hanya Tuhan dan manusia itu sendiri yang tahu?
Lucu, jika sesama manusia berkesimpulan yang salah tentang manusia lainnya

Mimpi saja dulu sana!
Berkhayal saja!
Dipikirnya mereka Tuhan yang mengetahui segalanya?
Dibuatnya bingung oleh ulah mereka
Sebgitu mampunya menebak isi hatiku
Menebak kenyataan yang ku jalani
Hanya karena fakta ditemukan
Tanpa memberikan kesempatan menjelaskan
Menyerang dari berbagai arah
Bodoh!
Ya, sangat bodoh!

Lagi dan lagi mentalku berakrobat ria mengetahui kebodohan ini
Semakin gila aku dibuatnya
Antara ingin mencabik-cabik
Atau, mentertawakan ulah konyolnya?
Huh? Harus apa?
Tapi, tak sampai hati aku melakukannya
Membalasnya
Ku biarkan saja semua mengalir
Ku buktikan pada mereka, bahwa kebodohan mereka hanyalah mimpi
Hanyalah khayalan yang tak pasti
Dan, kebodohan mereka adalah kenyataan yang harus diterima dengan besar hati
Tak boleh terelakkan, sedikitpun

Sudahlah cukup,
Jangan lagi menghantamku
Menggores hatiku
Menambah kisah lara
Serta, membunuh mental sehatku
Salahku memang tetap salahku
Tapi, kebodohan kalian dalam menghakimi pelaku
Memojokkan aku
Sekali lagi, kebodohan kalian adalah kenyataan yang tak dapat dipungkiri
Terima lah itu, maka aku akan sangat berterima kasih

Jika, kelak dalam suatu pertemuan
Hanya ingin meminta penjelasan
Menjatuhkan juga memojokkan
Jangan harap, aku sudi bertemu
Aku lebih baik berada pada dunia yang mengabu
Pergi menjauh, dari sesuatu yang menghantam jiwaku
Lagi dan lagi....

Malang, 17 Maret 2021
Salam sayang,
#MbakHAS

Minggu, 14 Maret 2021

#BerbagiAlaHap • Ulama vs Wanita Malam

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuuhu~

Dear teman-teman,
Aku mau sharing, boleh lah ya? Hehe.
Jadi gini, sebelumnya aku mau memastikan apakah diantara kalian ada yang pernah mendengar kisah sang ulama yang bertetangga dengan wanita malam, namun ketika mereka berdua dipanggil sang pencipta sang ulama malah mendapatkan nerakaNya justru sang wanita malam yang mendapatkan surgaNya?
Aku pernah beberapa kali mendengar kisah ini. Aku tak tahu pasti akan kebenaran kisah ini.
Yang pasti aku mempercayai bahwa hanya TUHAN lah yang menilai baik buruk hambanya serta hanya TUHAN  yang mampu menetapkan surga/neraka untuk hambaNya. Benar?

Ulama,
Yang kita ketahui kehidupan & kesehariannya pasti tidak jauh dari ilmu juga ajaran agama yang sangat baik. Namun, mengapa ia malah masuk neraka? Apa yang salah? Apa yang Allah tidak sukai darinya?
Wanita malam... Pelacur,
Hidupnya penuh dosa bahkan terkesan 'kotor' di mata banyak hamba-hamba Tuhan lainnya. Tapi, ia malah amat sangat berhak menggapai surgaNya. Kenapa bisa begitu?

Kalau tidak salah,
Cerita yang pernah saya dengar mengenai kedua jenis manusia itu begini;
Sangat sederhana. Semua hanya tentang keikhlasan, ketulusan, dan keridhoan diri serta sang pencipta.
Kala itu, hunian mereka bersebelahan. Dari balik tirai jendelanya sang ulama melihat si wanita malam baru saja tiba dari rutinitas malamnya dari mencari pundi-pundi dunia. Sedangkan sang ulama baru saja usai melaksanakan sholat malamnya.
Sang ulama bergumam dalam hatinya, bahwa sahnya ia mengakui dengan penuh percaya diri bahwa ia lah yang pasti akan mendapatkan surgaNya daripada si wanita malam yang 'kotor' itu.

Namun, siapa sangka? Ketika ajal yang menjemput mereka tiba, hanya TUHAN yang berhak menilai kepantasan siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka.
Sang ulama,
Seorang yang sehari-harinya taat agama, terlihat kecil kemungkinan melakukan perbuatan dosa akan tetapi dirinya lah yang dimasukkan sarang api oleh TUHAN. Itu semua karena keangkuhan juga nafsunya yang teramat besar. Sehingga menjadikannya pendosa dalam ibadahnya.
Akan tetapi... Si wanita malam yang kerap kali digadang-gadang sebagai pendosa,
Dirinya yang berhasil merengkuh surgaNya. Karena apa? Karena Tuhan melihat ketulusan, keikhlasan dan kesungguhan hatinya untuk betul-betul merengkuh surga TUHAN di akhir kehidupannya.

Maka, kesimpulannya adalah...
: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  ). Dalam surat yang lain juga disampaikan bahwa “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19). ---- Sumber: Seruni.id
Jadi, kamu boleh tidak menyukai 'kotoran' di sekitarmu tapi bukan kamu yang berhak menilai dirinya pantas untuk menjadi baik atau tidak. Karena sesungguhnya, hanya TUHAN yang maha mengetahui dan paling berhak menentikan serta menilai segala-segalanya yang telah TUHAN ciptakan di dunia fana ini. Dan, hanya karena TUHAN yang mampu menetapkan surga atau neraka untuk hambaNya. Sadarilah!

Ps: Seringkali para pembawa materi di setiap kali aku ikut kajian berkata, "hanya mereka yang memahami nilai-nilai agama yang mampu menjabarkan ulang kisah ini, dan hanya mereka yang memahami arti hidup yang sebenar-benarnya yang mengingat kisah inj serta menjadikan cerita ini sebagai salah satu pandangan dalam hidupnya".
Tapi teman-teman, aku TIDAK merasa aku paling baik, benar, juga paling suci. Sekali lagi ku tekankan AKU HANYA INGIN BERBAGI APA YANG AKU TAHU.
Semoga bermanfaatđź’•.
Satu hal lagi terkahir, jika terdapat kesalahan mohon diralat dengan santun, baik, juga benar.

Wassalamu'alaikum~

Salam sayang,

Haps-

Rabu, 10 Maret 2021

#CurhatanHap | Katanya Saudara

Sumber: stm_poh's blog

Seorang gadis yang begitu baik di hadapanku
Menusukku begitu dalam, menciptakan rongga luka
Aku tak tahu apa salahku terhadap dirinya
Gadis itu pernah mengakui dirinya sebagai saudaraku
Di saat aku dan orang tuaku masih berjaya
Diakuinya kami sebagai saudara

Tak pernah mengerti apa tujuannya
Tak penah paham mengapa mereka melakukannya
Kini, mereka menganggap kami seperti sampah
Tak ada apa-apanya
Baru berjaya, baru saja bertengger
Namun, lupa siapa dirinya dahulu

Menginjak-menginjak semaunya
Tapi, lupa...
Ku sadari itupun tak lebih dari sifatnya
Sifat buruk yang melekat pada dirinya sendiri
Tak dapat terelakkan
Tak dapat terbantahkan
Bagaiamanapun caranya
\
Hhhh,
Saudara sekandungnya saja dilahap
Merusak tali persaudaraannya sendiri
Apalagi yang tidak sekandung?
Ingin juga dihancurkan, pastinya

Wahai gadis cantik
Berhati licik
Kamu boleh saja menganggapku sebagai sainganmu
Namun,
Caramu menjatuhkan aku salah
Sangat salah.

Hingga akhirnya aku harus berkata,
Aku tidak menyesal berbuat baik
Tapi,
Aku menyesal berbuar baik terhadap orang yang salah
Yang akhirnya menginjak lalu menikamku
Habis-habisan
Tak ku sangka, sungguh...


Malang, 11 Maret 2021
Ttd,
HAS



#CeritanyaHap - Entah Harus Apa?

Sumber: Other's Blog Menikah, Siapa yang tak ingin menikah? Memang tak semua orang menginginkan pernikahan Namun, dalam ajaran setiap ag...