![]() |
| Sumber: Rebanas |
Senin, 22 Maret 2021
#KataKataHapsari ~ Pelangi Untukmu
Rabu, 17 Maret 2021
#BerbagiAlaHap, Memang Harus dibagikan Kepada Sesama ~ "Saudara Yang Diam-Diam Mendonorkan Organnya"
Seperti Ryan Arnold yang mengetahui bahwa saudaranya, Chad, sangat membutuhkan donor hati. Bila tidak, habis sudah hidupnya. Diam-diam, Ryan memeriksakan diri dan mengetahui bahwa ia adalah donor yang cocok untuk Chad. Ryan Arnold mempersiapkan diri sebaik mungkin agar hatinya bisa digunakan untuk kehidupan Chad yang lebih baik.
Suatu malam, Chad menangis mengetahui saudaranya itu hendak mendonorkan hati untuknya. “Aku tidak ingin kau melakukan ini,” kata Chad. Namun Ryan tetap bersikukuh melakukannya demi Chad.
Dokter dan tim medis yang mengurus transplantasi ini nampaknya juga sudah mengerti keteguhan hati Ryan. Mereka ikut memberikan dukungan pada Chad agar mau melakukan operasi, meski di sisi lain semua orang, termasuk Ryan, sudah mempersiapkan diri untuk resiko terburuk.
Ryan mengunjungi Chad setelah operasi, 2 hari kemudian Ryan meninggal. Akhirnya operasi dilakukan dan berhasill. Dua hari kemudian, Ryan Arnold, tak pernah membuka matanya lagi. Salah satu bagian tubuhnya hidup di tubuh Chad. Sesekali Chad bisa merasakan pedih di bekas operasinya, terutama saat ia merindukan Ryan
Youtube: https://youtu.be/XBprBZz-2Zo
Sumber tulisan: https://www.boombastis.com/kisah-kakak-beradik/19377
#SajakCurhatanHap ~ Boleh saja, Mimpi.
Minggu, 14 Maret 2021
#BerbagiAlaHap • Ulama vs Wanita Malam
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuuhu~
Dear teman-teman,
Aku mau sharing, boleh lah ya? Hehe.
Jadi gini, sebelumnya aku mau memastikan apakah diantara kalian ada yang pernah mendengar kisah sang ulama yang bertetangga dengan wanita malam, namun ketika mereka berdua dipanggil sang pencipta sang ulama malah mendapatkan nerakaNya justru sang wanita malam yang mendapatkan surgaNya?
Aku pernah beberapa kali mendengar kisah ini. Aku tak tahu pasti akan kebenaran kisah ini.
Yang pasti aku mempercayai bahwa hanya TUHAN lah yang menilai baik buruk hambanya serta hanya TUHAN yang mampu menetapkan surga/neraka untuk hambaNya. Benar?
Ulama,
Yang kita ketahui kehidupan & kesehariannya pasti tidak jauh dari ilmu juga ajaran agama yang sangat baik. Namun, mengapa ia malah masuk neraka? Apa yang salah? Apa yang Allah tidak sukai darinya?
Wanita malam... Pelacur,
Hidupnya penuh dosa bahkan terkesan 'kotor' di mata banyak hamba-hamba Tuhan lainnya. Tapi, ia malah amat sangat berhak menggapai surgaNya. Kenapa bisa begitu?
Kalau tidak salah,
Cerita yang pernah saya dengar mengenai kedua jenis manusia itu begini;
Sangat sederhana. Semua hanya tentang keikhlasan, ketulusan, dan keridhoan diri serta sang pencipta.
Kala itu, hunian mereka bersebelahan. Dari balik tirai jendelanya sang ulama melihat si wanita malam baru saja tiba dari rutinitas malamnya dari mencari pundi-pundi dunia. Sedangkan sang ulama baru saja usai melaksanakan sholat malamnya.
Sang ulama bergumam dalam hatinya, bahwa sahnya ia mengakui dengan penuh percaya diri bahwa ia lah yang pasti akan mendapatkan surgaNya daripada si wanita malam yang 'kotor' itu.
Namun, siapa sangka? Ketika ajal yang menjemput mereka tiba, hanya TUHAN yang berhak menilai kepantasan siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka.
Sang ulama,
Seorang yang sehari-harinya taat agama, terlihat kecil kemungkinan melakukan perbuatan dosa akan tetapi dirinya lah yang dimasukkan sarang api oleh TUHAN. Itu semua karena keangkuhan juga nafsunya yang teramat besar. Sehingga menjadikannya pendosa dalam ibadahnya.
Akan tetapi... Si wanita malam yang kerap kali digadang-gadang sebagai pendosa,
Dirinya yang berhasil merengkuh surgaNya. Karena apa? Karena Tuhan melihat ketulusan, keikhlasan dan kesungguhan hatinya untuk betul-betul merengkuh surga TUHAN di akhir kehidupannya.
Maka, kesimpulannya adalah...
: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ). Dalam surat yang lain juga disampaikan bahwa “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19). ---- Sumber: Seruni.id
Jadi, kamu boleh tidak menyukai 'kotoran' di sekitarmu tapi bukan kamu yang berhak menilai dirinya pantas untuk menjadi baik atau tidak. Karena sesungguhnya, hanya TUHAN yang maha mengetahui dan paling berhak menentikan serta menilai segala-segalanya yang telah TUHAN ciptakan di dunia fana ini. Dan, hanya karena TUHAN yang mampu menetapkan surga atau neraka untuk hambaNya. Sadarilah!
Ps: Seringkali para pembawa materi di setiap kali aku ikut kajian berkata, "hanya mereka yang memahami nilai-nilai agama yang mampu menjabarkan ulang kisah ini, dan hanya mereka yang memahami arti hidup yang sebenar-benarnya yang mengingat kisah inj serta menjadikan cerita ini sebagai salah satu pandangan dalam hidupnya".
Tapi teman-teman, aku TIDAK merasa aku paling baik, benar, juga paling suci. Sekali lagi ku tekankan AKU HANYA INGIN BERBAGI APA YANG AKU TAHU.
Semoga bermanfaatđź’•.
Satu hal lagi terkahir, jika terdapat kesalahan mohon diralat dengan santun, baik, juga benar.
Wassalamu'alaikum~
Salam sayang,
Haps-
Rabu, 10 Maret 2021
#CurhatanHap | Katanya Saudara
#CeritanyaHap - Entah Harus Apa?
Sumber: Other's Blog Menikah, Siapa yang tak ingin menikah? Memang tak semua orang menginginkan pernikahan Namun, dalam ajaran setiap ag...



