Sumber: Other's Blog
Menikah,
Siapa yang tak ingin menikah?
Memang tak semua orang menginginkan pernikahan
Namun, dalam ajaran setiap agama tidak menutup kemungkinan
bahwa manusia memang sudah ditakdirkan memiliki pasangan.
Menikah, kawin...
Proses menyatukan jiwa dan raga sepasang anak manusia.
Dalam jiwa manusia,
Terselip ego dan emosi.
Namun, bagaimanapun situasinya keduanya harus terbunuh secara perlahan.
Ya harus hilang, demi kewarasan diri juga rumah tangga.
Sulit memang melawan ego yang ada, meskipun itu adalah sebuah keharusan.
Aku tak pernah tahu,
Aku tak pernah mengerti,
Ku harus bagaimana lagi?
Diamku terinjak.
Suaraku terabaikan tanpa makna.
Lelahku tak berujung.
Ketika kejujuran ku sampaikan.
Pahit pasti terasa.
Kehilangan yang didambakan adalah hal tersakit yang pernah ku rasakan seumur hidupku.
Ku sampaikan, namun tampaknya hanya menjadi angin belaka.
Berada pada di ruang yang salah merupakan hal yang tak pernah ku inginkan.
Ku bicarakan, selalu.
Tapi, tak akan pernah bisa tergantikan.
Ku tahu, kamu sakit.
Namun, tahukah kamu?
Aku hampir kehilangan kewarasanku.
Hampir kehilangan keseimbangan jiwaku.
Demi jalan menuju surga yang telah ku pilih, melalui dirimu .
Pengorbananmu untuk membuatku bahagia, yang membuatku slalu jatuh cinta padamu.
Caramu mencintaiku adalah hal yang membuatku tak bisa berpaling darimu.
Namun...
Tuhan, aku lelah sekali dengan perdebatan hati ini.
Aku tak tahu lagi harus melakukan apa?
Aku lelah untuk terus dihantam.
Jiwaku tak sekuat itu.
Ragaku mungkin mampu menahan segalanya.
Tapi, hatiku ... jiwaku ...
Sudah pasti hancur. Sangatlah hancur.
Maaf, aku tak bisa menjadi istri terbaik seperti yang kamu inginkan.
Aku terlalu banyak menuntutmu untuk meluangkan waktu bersamaku.
Aku slalu menuntut kasih sayang lebih darimu.
Maaf, aku yang tak pernah mengerti dirimu.
With Love,
-HAS-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar