Koleksi Pribadi
Setiap waktu berdetik, aku menangis.
Setiap angin berhembus, aku termenung.
Mengharapkan kisah yang manis.
Sampai aku terdiam mematung.
Seolah tak mampu berdiri.
Dan, bergerak lagi.
Rasanya pedih sekali.
Seiring berjalannya waktu.
Aku semakin tersadar akan kebodohanku.
Akupun semakin takut, kebodohan akan terus merasuki diriku.
Sehingga...
Rasa bersalah enggan untuk berpaling.
Aku takut untuk menduga-duga.
Karena antara ego dan logika saling bertanding.
Kuat pun begitu tertata.
Sanggup tak sanggup, memang harus.
Bisa tak bisa, sudah menjadi kewajiban.
Untuk berdamai pada diri sendiri, terus menerus.
Juga... Untuk berpasrah diri pada Tuhan.
Maka, bantu aku untuk tetap tegar.
Tetap kuat, seperti aku yang biasanya.
Malang, 27 Januari 2021
Pkl, 15:15
Salam sayang,
Mbak Hapsari/Sintia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar